Manusia dan Lingkungan

   Semua organisme yang hidup di alam tidak dapat hidup sendiri, melainkan harus selalu berinteraksi, baik dengan kelompoknya atau kelompok lainnya serta interaksi dengan alam (lingkungan). Organisme hidup dalam sebuah sistem, didukung oleh berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling berpengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kehidupan semua jenis makhluk hidup saling mempengaruhi, dipengaruhi, serta berinteraksi dengan alam membentuk kesatuan yang disebut ekosistem.
    Perubahan pada lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya. Perubahan lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia dan dapat pula karena faktor alami. Dampak dari perubahan belum tentu sama, namun akhirnya manusia juga yang mesti memikul serta mengatasinya.
   Dibanding komponen abiotik lainnya, manusia merupakan komponen biotik yang mempunyai pengaruh ekologi terkuat di biosfir bumi ini. Dengan kemampuannya untuk mengembangkan ilmu teknologi, manusia mempunyai pengaruh yang sangat besar, baik pengaruh yang memusnahkan ekosistem maupun pengaruh yang sifatnya meningkatkan, melipatkan, dan mendistribusikan komponen biotik lainnya.
   Kemampuan manusia untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mengubah lingkungan sesuai dengan yang diinginkan, menyebakan populasi manusia mengingka sangat pesat. Akibatnya, keseimbangan lingkungan mulai goyah. Hal ini semakin diperparah oleh berbagai sifat manusia yang cenderung merusak lingkungan. Contohnya membakar hutan, memberantas hama dengan bahan kimia, dan mengubah berbagai ekosistem buatan seperti yang diinginkan manusia.

1.   Pengaruh Lingkungan Karena Campur Tangan Manusia
    Perubahan lingkungan karena campur tangan manusia contohnya penebangan hutan, pembangunan pemukiman, dan penerapan intensifikasi pertanian. Penebangan hutan yang liar mengurangi fungsi hutan sebagai penahan air. Akibatnya, daya dukung hutan menjadi berkurang. Selain itu, penggundulan hutan dapat menyebabkan terjadinya banjir dan erosi. Akibat lain adalah munculnya hewan-hewan liar di tengah pemukiman manusia karena semakin sempitnya habitat hewan-hewan tersebut.
   Pembangunan pemukiman pada daerah-daerah yang subur merupakan salah satu tuntutan kebutuhan akan papan. Semakin padat populasi manusia, lahan yang semula produktif menjadi tidak atau kurang produktif. Pembangunan jalan kampung dan desa dengan cara betonisasi mengakibatkan air sulit meresap kedalam tanah. Sebagai akibatnya, bila hujan lebat memudahkan terjadinya banjir. Selain itu, tumbuhan disekitarnya menjadi kekurangan air sehingga tumbuhan tidak efektif melakukan fotosintesis. Akibat lebih lanjut, kita merasakan panas akibat tumbuhan tidak secara optimal memanfaatkan CO2 peran tumbuhan sebagai produser terhambat.


     Penerapan intensifikasi pertanian dengan cara panca usaha tani, disatu sisi meningkatkan produksi sedangkan di sisi lain bersifat merugikan. Misalnya, penggunaan pupuk dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran. Contoh lain pemilihan bibit unggul sehingga dalam satu kawasan lahan hanya ditanami satu macam tanaman, disebut pertanian tipe monokultur, dapat mengurangi keanekaragaman sehingga keseimbangan ekosistem sulit diperoleh. Ekosistem dalam keadaan tidak stabil. Dampak yang lain akibat penerapan tipe ini adalah terjadinya ledakan hama.

2.   Perubahan Lingkungan Karena Faktor Alami
    Perubahan lingkungan secara alami disebabkan oleh bencana alam. Bencana alam seperti kebakaran hutan dimusim kemarau menyebabkan kerusakan dan matinya organisme di hutan tersebut. selain itu, terjadinya letusan gunung menjadikan kawasan disekitarnya rusak.

3.   Pemanfaatan Limbah dan Daur Ulang Limbah
     Limbah merupakan sumber daya alam yang telah kehilangan fungsinya. Keberadaannya di lingkungan dapat mengganggu baik dalam hal keindahan, kenyamanan, maupun kesehatan. Akumulasi limbah memiliki potensi menjadi polutan penyebab pencemaran, oleh karena itu, adanya limbah perlu mendapat perhatian seksama serta penanganan semaksimal mungkin sebelum menimbulkan kerugian-kerugian yang lebih besar lagi bagi masyarakat.
     Bermacam-macam limbah dapat berada disekitar kita, baik limbah cair maupun padat, baik yang berasal dari kegiatan rumah tangga berupa domestik, maupun aktivitas-aktivitas pembangunan.
     Upaya pengelolaan, penanganan limbah yang saat ini tengah digalakkan antara lain pemanfaatan kembali limbah yang masih dapat dipakai, tentunya setelah limbah yang ada diseleksi, misal limbah kertas kembali, limbah plastik didaur ulang dijadikan alat-alat rumah tangga.
     Pabrik-pabrik semestinya telah memiliki sistem penampungan serta pengelolaan limbah, sehingga sebagian limbah yang terpaksa dibuang diperairan atau lingkungan tidaklah membahayakan masyarakat.
    Untuk daerah yang kurang atau tidak memiliki mata air, limbah cair yang ada diselokan dan sungai dapat dialirkan menuju pabrik pengelolaan limbah, untuk diproses sehingga dapat menjadikan air bersih. Tahap pemrosesan antara penyaringan, pemisahan bahan partikel dan proses bilogi berupa penggunaan mikroorganisme aerobik untuk membantu penghancuran limbah organik. Setelah itu dilakukan proses kimia yang bertujuan menjadikan air bersih berkualitas dengan pemakaian bahan-bahan kimia untuk menghilangkan rasa dan bau, zat yang tidak dikehendaki dari air limbah.
     Untuk mengurangi limbah padat dapat dilakukan proses penimbunan limbah dalam lubang-lubang galian, dalam skala besar limbah padat dibakar dengan peralatan khusus sehingga gas-gas hasil pembakaran dapat digunakan untuk menggerakkan turbin sedang sisanya berupa abu dapat ditimbun.
     Di beberapa negara maju telah banyak dilakukan pemisahan sampah organik dan anorganik untuk keperluan daur ulang. Dalam tiap rumah tangga terdapat tempah sampah yang berwarna warni sesuai peruntukkannya, tidaklah kalah pentinganya untuk mengurangi limbah domestik, setiap warga masyarakat tidak boros dalam pemanfaatan sumber daya, mengurangi sifat konsumtif.

4.   Etika Lingkungan
     Yang dimaksud dengan etika lingkungan adalah kebijakan moral manusia dalam pergaulannya dengan lingkungan. Etika lingkungan menyangkut hubungan dan perbuatan manusia dengan lingkungan hidupnya yang meliputi sikap dan perbuatan secara benar.
     Manusia yang sadar lingkungan akan senantiasa mengusahakan menjadi lebih baik, serta mampu mendukung semua kehidupan yang ada didalamnya, baik itu tumbuhan atau hewan. Walaupun manusia tidak mampu dengan sepenuhnya mencegah terjadinya pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan, namun manusia senantiasa berusaha untuk menjadikan bumi sebagai tempat  tinggal yang layak utnuk masa sekarang maupun masa yang akan datang. Dan untuk mencapai semua itu semua manusia harus sadar akan lingkungan.


Previous
Next Post »

2 comments

Click here for comments
Unknown
admin
February 29, 2016 at 3:54 AM ×

manusia dan lingkungan takan pernah terlepas hehe

Reply
avatar
March 8, 2016 at 1:34 AM ×

Muantappp jadi nambah wawasan nih, makasih untuk artikelnya nice post.

Reply
avatar
Thanks for your comment

Random Posts