Dakwah Rasulullah Pada Periode Madinah

Banyak orang yang berpendapat bahwa Rasulullah Saw. hijrah ke Yatsrib karena alasan untuk menyelamatkan dan melindungi diri dari hinaan, siksaan dan kekerasan kafir Quraisy Makkah. Itu adalah pendapat yang kurang benar. Karena sebenarnya setiap langkah dan tindakan yang dilakukan beliau itu telah melalui pemikiran cerdas dan cermat. 

Rasulullah Saw. tidak pernah takut, sembunyi, menghindar, apalagi lari dari kafir Quraisy dan para penghalang dakwah Islam. Karena itu kegiatan hijrah Rasulullah Saw. beserta para sahabat harus dimaknai untuk memperluas dan mengembangkan wilayah dakwah Islam. 

Sementara kehadiran Rasulullah Saw. sudah dinanti-nantikan masyarakat Yatsrib (Madinah) yang telah mendengar berita adanya seorang pemimpin yang sangat cerdas, amanah, bijak, ramah dan santun, tegas dan jujur. Mereka berharap bisa melindungi dan memecehkan berbagai masalah dan membangun masyarakat yang beradab.



Nabi Muhammad Saw. berdakwah di Makkah selama lebih kurang 13 tahun, akan tetapi yang beriman di antara mereka hanya beberapa saja, bahkan mereka yang masih tetap pada kemusrikannya selalu mengganggu jalannya dakwah Islam dengan beragam cara, bahkan mereka juga berusaha untuk membunuh Nabi Muhammad Saw. Kota Makkah tempat di mana Nabi Muhammad Saw. dilahirkan, tidak memberikan harapan bagi dakwah Islam. Beberapa tempat pernah dicoba untuk berhijrah, dan ternyata Madinah sebelumnya bernama Yatsrib merupakan alternatif yang paling baik untuk dijadikan pusat kegiatan dakwah Islam.

Ketika tekanan dan siksaan orang Quraisy semakin bertambah, Rasulullah Saw. memerintahkan kaum Muslimin berhijrah ke Madinah. Hijrah tersebut dilakukan secara sembunyi, sedangkan beliau berangkat bersama Abu Bakar setelah kaum Muslimin tiba di Madinah. Berita akan datangnya Nabi Muhammad Saw. tersebar di Madinah, semua penduduk Madinah bersiap-siap menanti kedatangannya. Tatkala beliau sampai di Madinah, beliau disambut dengan syair-syair dan penuh kegembiraan oleh penduduk Madinah.

Hijrah dari Makkah ke Madinah bukan hanya sekedar berpindah dan menghindarkan diri dari ancaman dan tekanan orang kafir Quraisy dan penduduk Makkah yang tidak menghendaki pembaharuan terhadap ajaran nenek moyang mereka, tetapi juga mengandung maksud untuk mengatur potensi dan menyusun strategi dalam menghadapi tantangan lebih lanjut, sehingga nanti terbentuk masyarakat baru yang di dalamnya bersinar kembali mutiara tauhid warisan Nabi Ibrahim As. yang akan disempurnakan Nabi Muhammad Saw. melalui wahyu Allah Swt. 
Previous
Next Post »
Thanks for your comment

Random Posts