Adat Kebiasaan Masyarakat Arab Sebelum Datangnya Islam

Sejarah  perkembangan  masyarakat  Arab  tidak  dapat  dipisahkan  dari sejarah  perkembangan  Islam.  Bangsa  Arab  adalah  suatu  bangsa  yang diasuh dan dibesarkan Islam. Sebaliknya Islam sebagai agama samawi, perkembangannya dipengaruhi peradaban bangsa Arab. 



Lingkungan alam di mana suatu bangsa hidup serta berkembang mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan tabiat, adat istiadat, sosial, ekonomi dan budaya suatu bangsa. Dalam kaitan dengan pengaruh lingkungan bangsa Arab terhadap corak perkembangan Islam, para sejarawan merumuskan sejumlah karakteristik tabiat bangsa Arab yang mungkin mempengaruhi pertumbuhan Islam, antara lain: 
  1. Masyarakat Arab sangat cinta dan setia pada adat dan tradisi kabilahnya masing-masing yang tercermin dalam kegemarannya menjamu tamu-tamunya atas nama kabilah. 
  2. Meskipun demikian, seperti diungkapkan oleh Ibnu Khaldun bahwa pada masa jahiliyah masyarakat Arab adalah masyarakat yang sangat tidak beradab.  Gemar  melakukan  perampasan  dan  perusuhan,  tidak  memiliki skill dan ilmu, tetapi pembawaan mereka sebenarnya murni, pemberani dan sanggup berkorban untuk hal–hal yang dipandangnya baik.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa masyarakat Arab pada saat itu mempunyai dua sifat sekaligus yaitu sifat positif dan negatif. Sifat positif itulah yang akan menjadi penunjang perkembangan Islam dan pendorong perkembangan masyarakat Arab. 

Sedangkan sifat negatif akan merusak kebesaran dan persatuan mereka. Kehidupan yang sangat getir dan keras di gurun pasir menyebabkan orang Arab mempunyai kebiasaan buruk yaitu antara lain :
  1. Memandang rendah derajat manusia, dan membunuh bayi-bayi perempuan yang baru lahir. Wanita diperjual-belikan untuk menjadi pelampiasan nafsu laki-laki. 
  2. Suka minum khamr yang memabukkan; 
  3. Suka  berjudi,  mencuri,  merampok  dan  menghalalkan  segala  cara  untuk mewujudkan keinginan; 
  4. Menyembah berhala, yang diletakkan di setiap rumah dan sudut kota. Berhala yang diagungkan oleh mereka adalah Latta, Uzza dan lain-lain. 
  5. Membunuh  anak  perempuan  sejak  nenek  moyang,  karena  takut  akan mendatangkan aib bagi keluarga dan takut kelaparan. 
  6. Suka peperangan. Peperangan antar kabilah dapat terjadi hanya karena perkara sepele. Misalnya seseorang dari satu kabilah menghina anggota kabilah lainnya, perbedaan pendapat berkenaan dengan hak-hak perorangan yang segera melibatkan kabilah masingmasing.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment

Random Posts